jurnalistik.co.id – Sejumlah calon wali murid mengalami kendala saat mengikuti rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Tengah. Di SMAN 3 Semarang, kelalaian dalam memahami tahapan dan persyaratan membuat sebagian calon murid gagal melanjutkan proses pendaftaran.
Ketua Panitia pelaksana SPMB Jateng untuk SMAN 3 Semarang, Achmad Fauzan, menjelaskan ada empat calon murid yang tidak menyadari bahwa tahapan pendaftaran telah terlewati. Menurutnya, di luar jumlah itu, sebagian calon murid lain juga kurang memperhatikan persyaratan yang harus dipenuhi selama tahapan SPMB berlangsung.
Fauzan menuturkan, persoalan yang terjadi beragam, termasuk kondisi ketika akun baru sudah diajukan namun dianggap telah mendaftar. Ia juga mengungkap situasi lain yang muncul saat proses verifikasi sudah menutup, tetapi orang tua masih datang dengan tujuan melakukan verifikasi.
“Ada yang baru mengajukan akun, sudah dianggap daftar. Kemarin di saat verifikasi sudah tutup, ada juga orang tua ke sini ingin verifikasi. Terus mau verifikasi, malah belum daftar juga ada,” kata Fauzan di posko SPMB SMAN 3 Semarang pada Selasa (23/6/2026).
Di sisi lain, Fauzan menyebut jumlah murid baru yang sudah melakukan verifikasi di SMAN 3 Semarang mencapai 480 anak. Angka ini meningkat sekitar 100 orang dibandingkan pelaksanaan SPMB tahun 2025. Namun, ia menegaskan bahwa tahap verifikasi tidak otomatis berarti seluruh calon murid langsung melakukan pendaftaran ulang, karena tahapan masih berjalan.
Fauzan menambahkan, secara umum jumlah verifikasi tersebut melebihi kuota sekolah. Kuota yang disebutnya adalah 432 siswa, sementara verifikasi yang tuntas mencapai 480 anak.
Peran Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam seleksi
Menurut Fauzan, Tes Kemampuan Akademik (TKA) dinilai memberi pengaruh besar terhadap proses seleksi SPMB Jateng 2026. Ia menegaskan bobot nilai TKA mencapai 50 persen, sehingga dampaknya terhadap hasil seleksi dinilai signifikan.
Fauzan menyebut jalur prestasi sebagai salah satu yang memperlihatkan efek tersebut. Ia mencontohkan pengumuman dengan nilai terendah (poin) 90 koma sekian, sementara pada tahun kemarin disebut mencapai 95,59.
Rincian jalur seleksi di SMAN 3 Semarang
SMAN 3 Semarang menerapkan lima jalur seleksi SPMB. Selain jalur-jalur umum, sekolah juga memiliki jalur domisili khusus untuk wilayah Gajahmungkur. Jalur ini terkait kriteria blackspot atau kondisi belum memiliki SMA/SMK.
Rinciannya, domisili reguler sebanyak 122 orang, domisili khusus 21 orang, jalur prestasi 130 orang, afirmasi 138 orang, dan mutasi 21 orang. Untuk jalur domisili, Fauzan menyebut jarak terdekat pendaftar mencapai 157,55 meter, sedangkan jarak terjauh mencapai 877,24 meter.
Ia juga menyinggung capaian jalur afirmasi. “Tahun ini afirmasi terpenuhi semua. Tahun kemarin hanya 90 persen,” imbuhnya.
SPMB masuk tahap daftar ulang di Jawa Tengah
Di tingkat provinsi, sebanyak 228.000 calon murid dinyatakan lolos SPMB 2026 untuk jenjang SMAN/SMKN di Jawa Tengah. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, menyampaikan bahwa SPMB telah memasuki tahap daftar ulang yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di masing-masing sekolah tujuan.
Sunarto menegaskan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, mulai dari penyusunan regulasi, publikasi kepada masyarakat, pengajuan akun, verifikasi berkas, aktivasi akun, hingga pendaftaran dan pengumuman hasil seleksi. Dengan masuknya tahap daftar ulang, sekolah tujuan diharapkan dapat memastikan seluruh calon murid yang lolos mematuhi rangkaian langkah yang masih sedang berlangsung.
Dalam penjelasan di posko, Fauzan juga menggarisbawahi bahwa urutan proses perlu dipatuhi, mulai dari pengajuan akun hingga penyelesaian verifikasi berkas. Ketika verifikasi sudah ditutup, pihak sekolah menilai masih ada kebutuhan pendampingan agar orang tua memahami bahwa langkah berikutnya baru bisa dilakukan setelah tahap sebelumnya tuntas.
Ia menambahkan, selisih antara kuota yang disebut 432 siswa dan verifikasi yang tuntas 480 anak menunjukkan tingginya respons pendaftar. Meski demikian, sekolah tetap memandang bahwa verifikasi merupakan bagian dari rangkaian tahap yang sedang berlangsung, sehingga tidak semua calon murid otomatis langsung bergerak ke tahap pendaftaran ulang.
Di sisi provinsi, Sunarto menegaskan periode daftar ulang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di sekolah masing-masing tujuan. Dengan masuknya fase tersebut, sekolah diharapkan dapat memastikan calon murid yang dinyatakan lolos menuntaskan proses sesuai jadwal, termasuk mengikuti tahapan aktivasi akun dan langkah pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi.












