jurnalistik.co.id – Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, upaya pencurian uang bermodus pecah kaca sempat berubah menjadi kegagalan setelah seorang tukang parkir, Kusriyanti (65), langsung bertindak saat melihat aksi di lokasi. Insiden itu terjadi di kawasan Jalan Ahmad Yani pada Senin (15/6/2026).
Kusriyanti menggagalkan pencurian uang sebesar Rp 3,6 miliar milik nasabah bank. Uang tersebut diketahui berasal dari pengambilan dana tunai oleh Kliwon Alwawan, warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba.
Dalam kronologi yang disampaikan, Kliwon mengatakan bahwa ia baru saja mengambil uang tunai Rp 3,6 miliar dari Bank BCA Brebes. Setelah meninggalkan bank, ia merasa curiga karena beberapa pengendara sepeda motor terus mengikuti mobil yang dikendarainya.
Merasa situasinya tidak aman, Kliwon kemudian menuju kantor Bank BTN yang berada tidak jauh dari lokasi untuk memastikan keadaan. Saat korban masuk ke dalam bank, salah seorang pelaku melakukan tindakan terhadap mobilnya.
Pelaku memecahkan kaca mobil Pajero Sport hitam milik Kliwon. Setelah kaca pecah, pelaku mengambil bungkusan plastik berisi uang yang tersimpan di dalam kendaraan. Pada momen itu, Kusriyanti berada di sekitar lokasi.
Kusriyanti mengaku melihat langsung peristiwa tersebut. Ia menyatakan, “Saya melihat ada orang memecah kaca mobil, lalu mengambil bungkusan plastik dari dalam mobil. Saya langsung teriak, pencuri, pencuri,” sebagaimana dilansir dari Kompas.com.
Teriakan Kusriyanti memancing perhatian warga sekitar. Situasi yang mendadak ramai membuat pelaku panik, sehingga aksinya tidak berjalan sesuai rencana. Pelaku tidak sempat membawa kabur uang yang sudah diambil dari dalam mobil korban.
Menurut cerita yang berkembang, pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor. Sebagian uang bahkan sempat tercecer di jalan sebelum akhirnya diamankan kembali.
Di lokasi yang sama, tukang parkir lainnya, Jari, juga mengaku sempat mencurigai adanya orang yang berada di sekitar area kejadian. Ia menyebut melihat seorang pria di atas sepeda motor Vario putih sebelum aksi pencurian terjadi.
Jari mengatakan ia sempat menegur pria tersebut saat masih berada di sekitar lokasi. Namun, meski telah menaruh perhatian, aksi pencurian tetap sempat berlangsung hingga akhirnya digagalkan oleh Kusriyanti melalui teriakan minta pertolongan warga.
Komplotan pencuri yang menjadi pelaku pada kasus ini menggunakan modus pecah kaca mobil. Sasaran mereka adalah uang tunai milik Kliwon Alwawan, yang sebelumnya baru diambil dari Bank BCA Brebes sebelum perjalanan korban menuju Bank BTN.
Keberhasilan penggagalan pencurian itu juga disebut berdampak pada Kusriyanti. Dari kejadian tersebut, Kusriyanti disebut mendapat uang Rp 100.000 yang dibagi empat.
Dengan teriakan yang cepat dan perhatian warga yang segera terkumpul, aksi pencurian berakhir tanpa hasil maksimal. Para pelaku yang panik akhirnya gagal membawa pergi seluruh uang yang menjadi target, sementara sisa yang sempat tercecer kemudian diamankan kembali.
Insiden ini menunjukkan bagaimana kewaspadaan orang di sekitar lokasi dan respons cepat saat melihat tindakan kriminal dapat membantu mencegah kerugian yang lebih besar. Di Brebes, tindakan Kusriyanti menjadi bagian penting dari kronologi yang membuat pencurian uang Rp 3,6 miliar tidak terlaksana sesuai rencana pelaku.
Kasus ini bermula dari kecurigaan korban setelah meninggalkan bank. Kliwon yang menyadari kendaraan beberapa pengendara mengikuti langkahnya memilih mencari tempat yang lebih aman, yakni kantor Bank BTN. Saat di lokasi itu, kesempatan pelaku untuk mengeksekusi rencana pecah kaca justru terbaca oleh orang-orang sekitar, sehingga kejadian tidak berjalan senyaman yang dibayangkan pelaku.
Terhentinya aksi tidak lepas dari respons spontan Kusriyanti yang langsung mengundang perhatian warga. Keramaian yang muncul membuat pelaku kehilangan kendali dan membuatnya tidak sempat menyelesaikan pengangkutan uang. Selain itu, adanya pengamatan dari tukang parkir lain seperti Jari ikut menegaskan bahwa sinyal mencurigakan sudah terlihat sebelum aksi berlangsung, sehingga upaya penggagalan bisa terjadi lebih cepat.












