Hukum & Kriminal

Nadiem Makarim Pakai Jaket Gojek Generasi Pertama saat Sidang Pleidoi

5
×

Nadiem Makarim Pakai Jaket Gojek Generasi Pertama saat Sidang Pleidoi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Nadiem Pakai Jaket Gojek di Sidang Pleidoi

jurnalistik.co.id – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026), untuk membacakan pleidoi atau nota pembelaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Dalam momen itu, perhatian juga tertuju pada jaket Gojek generasi pertama yang dikenakannya.

Nadiem menjelaskan bahwa jaket tersebut bukan sekadar pakaian biasa, melainkan memiliki nilai sejarah bagi dirinya dan bagi perjalanan awal Gojek. Ia menyebut jaket itu merupakan milik Mulyono, yang disebutnya sebagai pengemudi Gojek dengan nomor identitas 001. “Ini jaketnya Pak Mulyono, Gojek 001. Tadi waktu saya masuk beliau membuka jaketnya dan memasangkan ke saya. Jadi sungguh kebanggaan buat saya memakai jaket ini, ini udah ga ada lagi jaket ini,” kata Nadiem, sebelum membacakan pleidoi.

Jaket generasi pertama

Menurut Nadiem, jaket yang ia kenakan adalah seragam Gojek generasi pertama yang dibuat pada masa perusahaan masih berada di tahap awal pengembangan. Ia mengaku ikut merancang jaket itu karena saat itu perusahaan belum punya banyak sumber daya untuk urusan desain. “Ini jaket generasi satu, saya sendiri dulu yang design-nya krn ga mampu buat hire designer maka agak lusuh dikit design-nya, sederhana,” ujarnya.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana ia mengaitkan jaket tersebut dengan masa awal Gojek yang serba sederhana. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa saat itu Gojek belum memiliki aplikasi, belum memiliki investor, dan kantor pun masih seadanya di pojok. “Tapi ini kebanggaan titik awal cikal bakal daripada Gojek, belum ada aplikasi, belum ada investor, kantor pun seadanya di pojok,” lanjut Nadiem.

Bagi Nadiem, jaket itu bukan hanya simbol awal mula sebuah perusahaan, tetapi juga lambang perjalanan panjang yang dimulai dari kondisi yang sangat terbatas. Ia menempatkan jaket tersebut sebagai penanda fase awal sebelum Gojek berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar. Dalam sidang itu, jaket yang sederhana justru menjadi pengingat tentang titik mula yang menurutnya penting untuk dikenang.

Simbol loyalitas para mitra

Nadiem juga menyampaikan bahwa jaket tersebut mewakili para teman dan mitra pengemudi yang sudah setia bersama Gojek sejak awal berdiri. Ia menilai keberadaan jaket itu sebagai simbol loyalitas, sekaligus penghubung antara fase awal perusahaan dan mereka yang terus berada di dalam perjalanan tersebut. “Jadi ini yang mewakili teman-teman yang dari dulu dan setia sama Gojek. Sebuah kebanggaan lah saya bisa pakai jaketnya Pak Mulyono,” tuturnya.

Di ruang sidang, jaket itu menjadi bagian dari momen pembacaan pleidoi yang berlangsung di hadapan majelis hakim. Namun, yang disorot bukan hanya isi pembelaannya, melainkan pula penjelasan Nadiem tentang pakaian yang dikenakannya dan alasan di balik pilihan tersebut. Ia menegaskan bahwa jaket itu sudah tidak ada lagi, sehingga maknanya semakin kuat sebagai benda yang menyimpan sejarah awal.

Dengan demikian, kehadiran Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada hari itu tidak hanya menandai pembacaan nota pembelaan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ia membawa simbol personal dari masa awal Gojek ke dalam ruang sidang. Jaket Gojek generasi pertama, yang disebut berasal dari Mulyono dengan nomor identitas 001, menjadi penanda yang ia kaitkan dengan kebanggaan, sejarah awal perusahaan, dan loyalitas para mitra yang sejak dulu setia bersama Gojek.

Dalam konteks itu, jaket lama tersebut seolah menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah perusahaan bisa berawal dari hal-hal yang sangat sederhana. Bagi Nadiem, benda yang tampak biasa justru menyimpan narasi tentang awal mula, keterbatasan, dan rasa memiliki yang kemudian melekat kuat pada perjalanan Gojek hingga kini.