jurnalistik.co.id – Sejumlah kawasan di Jakarta memasuki suasana gelap pada Sabtu malam (13/6/2026) setelah pemadaman lampu serentak diberlakukan sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus upaya penghematan energi listrik. Aksi itu dimulai pukul 20.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 21.30 WIB.
Di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, pemadaman berlangsung tidak sepenuhnya serempak. Beberapa gedung memilih mematikan lampu pada waktu yang berbeda, sehingga perubahan pencahayaan di area tersebut terlihat bertahap.
Pemadaman bertahap di Bundaran HI
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa tepat pukul 20.30 WIB, Hotel Mandarin Oriental menjadi salah satu bangunan yang lebih dulu mematikan lampu di sisi selatan Bundaran HI. Namun, videotron di depan gedung tersebut masih tetap menyala untuk menampilkan iklan.
Sementara itu, Hotel Indonesia Kempinski belum mematikan seluruh lampu. Di berbagai lantai, bangunan itu masih terlihat terang. Pola serupa juga tampak di Plaza Indonesia, yang masih menyala penuh pada waktu yang sama.
Di sisi timur Bundaran HI, Pos Polisi MH Thamrin belum sepenuhnya mematikan lampu. Begitu pula dengan tiga videotron di depan Hotel Park Hyatt yang masih beroperasi.
Pada area air mancur Bundaran HI, patung Selamat Datang sudah mulai gelap sejak pukul 20.35 WIB. Kendati demikian, videotron di sekeliling patung tetap menyala, membuat area tersebut tidak langsung benar-benar gelap secara total.
Bundaran HI baru terlihat lebih gelap dan kompak sekitar pukul 20.45 WIB, setelah sebagian besar gedung mulai mematikan lampu. Pada kondisi gelap itu, cahaya dari kendaraan yang melintas serta lampu Transjakarta menjadi sumber penerangan utama di kawasan tersebut.
Di sisi lain, pemadaman tidak dilakukan di Halte Transjakarta MH Thamrin. Meski suasana sekitar mulai redup karena pemadaman, aktivitas di halte tetap terlihat berlangsung seperti biasa.
Terasa adanya perbedaan intensitas cahaya di sekeliling Bundaran HI juga memengaruhi suasana pengunjung. Area teras pandang yang menghadap Bundaran HI tetap ramai dikunjungi warga untuk berfoto dan merekam video.
Salah satu pengunjung, Purwanto (40), mengaku tidak mengetahui adanya jadwal pemadaman lampu tersebut. Ia menyampaikan kebingungannya saat melihat lampu dimatikan di lokasi yang baru ia datangi.
“Saya baru ke sini (halte MH Thamrin) sekali ini. Ya mau lihat Bundaran HI dari atas. Tapi lho kok lampunya dimatikan,” kata Purwanto.
Purwanto kemudian menilai pemadaman sebagai bagian dari peringatan lingkungan. “Tapi ya kalau untuk peringatan hari lingkungan, bagus juga,” tambahnya.
Gedung-gedung di sepanjang MH Thamrin juga tidak seragam
Di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Sarinah, pemadaman lampu juga tidak dilakukan secara seragam oleh semua bangunan. Beberapa gedung masih terlihat menyala setelah pukul 21.00 WIB, termasuk Kedutaan Besar Jepang dan Gedung Sinarmas.
Di kawasan utara Sarinah, Gedung Kementerian Agama juga masih menyalakan lampu pada waktu yang sama. Dengan demikian, meski pemadaman ditujukan sebagai aksi serentak satu jam, observasi di lapangan menunjukkan adanya perbedaan waktu pematian lampu antar titik.
Perbedaan tersebut turut terlihat pada bagaimana suasana kawasan berubah dari terang menuju lebih gelap. Ketika mayoritas lampu mulai dimatikan dan pencahayaan ruang publik berkurang, kendaraan dan lampu Transjakarta menjadi penanda utama aktivitas di sekitar Bundaran HI.
Meski sebagian besar pencahayaan meredup, sumber terang di sekitar Bundaran HI tetap mudah dikenali. Kilau dari kendaraan yang melintas dan lampu Transjakarta membantu membentuk pola penerangan yang tidak sepenuhnya padam.
Di titik yang tidak ikut mengalami pemadaman penuh, masyarakat dapat melihat perbedaan suasana secara langsung. Di Halte Transjakarta MH Thamrin, situasi tetap terlihat berjalan normal, sementara di area Bundaran suasananya berubah bertahap seiring waktu pematian lampu antarbangunan.












