Internasional

Shehbaz Sharif: AS dan Iran Segera Damai, Draf Final Perjanjian Sudah Disepakati

0
×

Shehbaz Sharif: AS dan Iran Segera Damai, Draf Final Perjanjian Sudah Disepakati

Sebarkan artikel ini
Optimistis AS-Iran Segera Damai, PM Pakistan Bocorkan Situasi Terkini Global 13 Juni 2026
Ilustrasi: Optimistis AS-Iran Segera Damai, PM Pakistan Bocorkan Situasi Terkini

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi kemajuan signifikan dalam upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ia menyatakan kedua belah pihak telah mencapai draf final yang disepakati dalam perjanjian damai dan kini memasuki tahap pemantapan langkah berikutnya.

Sharif menyampaikan hal itu lewat unggahannya di platform X pada Jumat (12/6/2026) malam. Ia menegaskan Pakistan terus mengawal proses tersebut sambil bekerja sama erat dengan kedua belah pihak.

Dalam pernyataannya, Sharif mengatakan, “Kami dapat mengonfirmasi bahwa teks final yang disepakati dari kesepakatan damai telah tercapai, dan Pakistan kini bekerja sama erat dengan kedua belah pihak untuk memfinalisasi langkah-langkah berikutnya.” Ia menambahkan, “Perdamaian belum pernah sedekat ini.”

Sharif juga menyinggung adanya kampanye informasi yang beredar selama proses mediasi. “Amid ongoing intense mediation efforts by Pakistan, we are fully aware of incessant misinformation campaign being waged by those who want to sabotage the peace deal. Setting aside the noise, we can confirm that a final, agreed upon text of the peace deal has been reached and…” — Shehbaz Sharif (@CMShehbaz) June 12, 2026.

Sejalan dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyebut potensi kesepakatan dengan AS kini berada di depan mata. Melalui unggahan di media sosial X pada Jumat, ia meminta semua pihak, khususnya media, untuk tidak berspekulasi mengenai isi kesepakatan tersebut.

Araghchi menyatakan, “Nota Kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini (untuk terwujud). Sembari menunggu finalisasinya, media harus menahan diri dari berspekulasi mengenai isinya,” lalu menambahkan, “Sejalan dengan pendekatan kami yang bertanggung jawab dan transparan, semua rincian akan dibagikan kepada publik pada waktunya.”

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump ikut menyoroti perkembangan tersebut. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump membagikan tangkapan layar unggahan Araghchi.

Sebelumnya, pada Kamis (11/6/2026), Trump sempat menyampaikan bahwa nota kesepahaman kemungkinan besar akan ditandatangani dalam beberapa hari ke depan. Dengan demikian, rangkaian pernyataan dari kedua pihak dan respons pemimpin AS mengarah pada fase yang semakin dekat ke tahap finalisasi.

Setelah menegaskan adanya teks yang sudah disepakati, Sharif juga memberi sinyal bahwa komunikasi dan koordinasi akan terus dilakukan secara intensif sebelum langkah berikutnya dijalankan. Dalam kerangka itu, Pakistan diposisikan sebagai pihak yang tidak hanya mengawal proses, tetapi juga menjaga ritme kerja sama dengan AS dan Iran agar transisi menuju tahap pemantapan berlangsung terukur.

Sharif sekaligus menggarisbawahi bahwa selama mediasi, informasi yang beredar di ruang publik tidak selalu sejalan dengan substansi pembahasan. Ia menyebut adanya upaya kampanye yang bertujuan mengganggu jalannya kesepakatan, sehingga publik diingatkan untuk tidak terpancing klaim sepihak dan tetap menunggu konfirmasi dari pihak yang terlibat dalam negosiasi.

Pihak Iran pun merespons dengan nada serupa soal disiplin informasi. Seyed Abbas Araghchi menekankan bahwa kesepakatan dengan AS sedang berada di tahap yang kian dekat, namun rincian isi tidak boleh dijadikan bahan dugaan. Ia juga meminta perhatian khusus dari media untuk menahan diri agar pemberitaan tidak mendahului proses finalisasi, sembari menegaskan komitmen pada pendekatan yang bertanggung jawab dan transparan.

Dari sisi Amerika Serikat, Donald Trump ikut menyoroti perkembangan tersebut melalui unggahan di Truth Social. Ia membagikan tangkapan layar yang merujuk pernyataan Araghchi, sekaligus mengingatkan publik bahwa arah pembahasan sudah bergerak menuju fase yang lebih konkret. Sebelumnya Trump menyampaikan bahwa nota kesepahaman diperkirakan dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan, sehingga rangkaian sinyal dari kedua pihak kini menunjukkan momentum menuju tahap akhir.