Nasional

Usai Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Kolonel Didin Diminta Menghadap Prabowo

0
×

Usai Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Kolonel Didin Diminta Menghadap Prabowo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Saat Kolonel Didin Diminta Menghadap Prabowo…

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di halaman Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin (1/6/2026), berjalan lancar dan memuaskan. Usai bertugas, Kolonel Infanteri Didin Nasrudin Darsono diminta menghadap Prabowo karena dinilai berhasil menjalankan perannya sebagai komandan upacara.

Di akhir upacara, Prabowo menyampaikan apresiasinya secara langsung kepada sang komandan. “Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang baik. Komandan upacara menghadap saya,” ujar Prabowo di hadapan peserta upacara di halaman Gedung Pancasila.

Permintaan itu menjadi penanda bahwa pelaksanaan upacara yang dipimpin Prabowo dinilai berlangsung tertib dan sesuai harapan. Sebagai inspektur upacara, Prabowo menerima laporan dari komandan upacara selama rangkaian acara berlangsung. Momen itu sekaligus menegaskan bahwa jalannya upacara mendapat perhatian penuh dari kepala negara.

Setelah upacara selesai, Prabowo juga terlihat menyempatkan diri berbincang dengan para tamu VVIP yang hadir. Ia tampak akrab saat berinteraksi dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri. Suasana serupa juga terlihat ketika Prabowo berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.

Profil singkat Didin

Didin diketahui merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 2001. Pria kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, pada 5 Juli 1979 itu saat ini menjabat Kepala Seksi Teritorial Korem 163/Wirasatya Bali. Jabatan tersebut menempatkannya dalam struktur teritorial TNI yang berhubungan langsung dengan pembinaan wilayah.

Sebelum mengemban posisi saat ini, Didin juga pernah menempati sejumlah jabatan penting di jajaran komando kewilayahan. Ia pernah menjadi Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Timur. Selain itu, Didin juga pernah menduduki jabatan Dandim 0808/Blitar.

Dalam upacara Hari Lahir Pancasila itu, kehadiran para tokoh negara turut menyita perhatian publik. Selain karena Prabowo memimpin langsung jalannya upacara, interaksinya dengan Megawati, Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin juga menjadi sorotan tersendiri. Namun, pada momen penutup, perhatian tetap mengarah pada penghargaan Prabowo kepada Didin yang dinilai sukses menjalankan tugas sebagai komandan upacara.

Pelaksanaan upacara di halaman Gedung Pancasila itu pun meninggalkan kesan bahwa rangkaian acara berjalan tanpa hambatan berarti. Prabowo tidak hanya memimpin sebagai inspektur upacara, tetapi juga memberi apresiasi langsung kepada komandan upacara yang dianggap telah menjalankan tugas dengan baik. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Jakarta pada Senin pagi itu.

Rangkaian penghargaan singkat dari Prabowo itu memperlihatkan bahwa disiplin dan kerapian pelaksanaan upacara mendapat tempat penting dalam peringatan kenegaraan tersebut. Bagi seorang komandan upacara, momen dipanggil langsung oleh inspektur upacara biasanya menjadi bentuk pengakuan atas kesiapan dan ketepatan menjalankan tugas di lapangan. Dalam konteks itu, apresiasi yang diberikan Prabowo menambah bobot simbolis dari keseluruhan acara.

Di sisi lain, suasana setelah upacara juga memperlihatkan bahwa agenda kenegaraan tidak berhenti pada seremoni formal semata. Interaksi singkat dengan para tokoh yang hadir memberi kesan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila berlangsung dalam suasana yang tertib sekaligus cair. Kehadiran sejumlah figur penting negara membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada jalannya prosesi, tetapi juga pada momen-momen pendek yang muncul sesudahnya.

Meski begitu, inti dari peristiwa tersebut tetap berada pada keberhasilan penyelenggaraan upacara itu sendiri. Prabowo sebagai inspektur upacara menerima laporan, memimpin jalannya prosesi, lalu menutup rangkaian acara dengan apresiasi langsung kepada komandan upacara. Urutan itu menegaskan bahwa aspek ketertiban, kesiapan petugas, dan kelancaran acara menjadi hal yang paling menonjol dalam peringatan di Gedung Pancasila, Jakarta.