jurnalistik.co.id – Peristiwa saling tabrak dua sopir taksi Green SM di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) viral di media sosial. Kejadiannya bermula dari insiden penyerobotan antrean saat keduanya hendak menjemput penumpang.
Kapolsek Penjaringan, Kompol Agta Bhuwana Putra, menjelaskan kejadian itu berlangsung pada Jumat (5/6) dini hari. Lokasi peristiwa disebut berada di Jalan Pejapi Simpang Empat Gate 2, tepat di depan proyek Rukan Soho Palm Beach, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.
Kronologi awal di lokasi kejadian
Awalnya, sopir taksi berinisial KF (38) masuk ke sebuah tempat hiburan malam. Ia masuk untuk menjemput penumpang yang telah dipesan.
Setelah itu, KF disebut berada dalam antrean. Saat sedang mengantre, sopir taksi berinisial AIH (22) datang dari belakang dan menerobos antrean.
Kondisi tersebut membuat KF tidak terima. KF kemudian menegur AIH, yang berujung pada kontak fisik.
Kompol Agta menyatakan, “Bapak KF turun dari mobil menegur dan memukul pipi AIH,” ujar Kompol Agta dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).
Setelah kejadian itu, KF meninggalkan lokasi dengan menggunakan mobil taksinya. Sementara itu, AIH yang merasa tidak terima memilih mengejar KF.
Kejar-kejaran di jalan hingga terjadi tabrakan
Kompol Agta menambahkan bahwa pengejaran berlanjut sampai terjadi aksi kejar-kejaran di jalan. Ia menyebut, sesampainya di area jalan Pejapi Simpang Empat Gate 2 depan proyek Palm Beach, terjadi tabrakan.
“Terjadi kejar-kejaran, sesampainya di area jalan Pejapi Simpang Empat gate 2 depan proyek Palm Beach kendaraan AIH menabrak dari belakang kendaraan KF sehingga terjadilah laka lantas,” imbuh Agta.
Menurut keterangan tersebut, kendaraan AIH menabrak dari belakang kendaraan KF di area yang sama dengan titik awal peristiwa. Dari rangkaian kejadian itu, peristiwa kemudian dikategorikan sebagai laka lantas.
Balasan KF yang memicu kerusakan kendaraan
Setelah merasa mobilnya ditabrak, KF kemudian membalas dengan cara menabrakkan kendaraannya ke mobil AIH. Aksi balasan ini disebut dilakukan setelah AIH menabrak dari belakang.
Kompol Agta menerangkan, “Bapak KF tidak terima mobilnya ditabrak kemudian menyalip dan menabrak mobil taksi yang di kendarai oleh bapak AIH hingga mobil taksi penyok,” jelas dia.
Dengan demikian, kerusakan pada kendaraan AIH terjadi akibat penabrakan yang dilakukan KF. Dampak yang disebut dalam keterangan Kompol Agta adalah mobil taksi penyok.
Insiden yang semula berawal dari penyerobotan antrean kemudian berkembang menjadi rangkaian tindakan saling kejar dan saling tabrak. Rentetan tersebut berujung pada kerusakan kendaraan dan terjadinya laka lantas di lokasi Jalan Pejapi Simpang Empat Gate 2, Pantai Indah Kapuk (PIK).
Viralnya peristiwa ini tidak lepas dari rekaman dan cerita yang beredar luas di media sosial. Namun, berdasarkan keterangan Kapolsek Penjaringan, inti masalah berasal dari tindakan AIH yang menerobos antrean saat menjemput penumpang.
Setelah KF menegur AIH hingga terjadi pemukulan pada awal kejadian, KF kemudian meninggalkan lokasi. Pengejaran yang dilakukan AIH setelah itu akhirnya berujung tabrakan dari belakang di area depan proyek Palm Beach.
Setelah tabrakan dari belakang, KF mengambil langkah membalas dengan menyalip dan menabrak mobil AIH hingga kendaraan AIH mengalami kerusakan. Rangkaian kejadian tersebut berlangsung dalam satu rangkaian peristiwa di sekitar Jalan Pejapi Simpang Empat Gate 2.
Kasus ini kemudian ramai karena beredar rekaman serta cerita di media sosial, sehingga menarik perhatian publik. Meski banyak versi yang muncul, Kapolsek Penjaringan menekankan bahwa asal mula masalah berawal dari tindakan AIH yang menembus antrean ketika hendak menjemput penumpang.
Setelah kontak fisik di awal kejadian, KF tidak melanjutkan situasi di lokasi. Ia disebut memilih pergi menggunakan mobil taksinya, sementara AIH tetap mengikuti. Dari rangkaian itu, penjelasan kepolisian menggambarkan bahwa dorongan untuk saling mengejar berlangsung hingga akhirnya terjadi tabrakan di ruas Jalan Pejapi Simpang Empat Gate 2.
Dalam uraian tersebut, tabrakan yang terjadi dijelaskan sebagai benturan dari belakang dari kendaraan AIH terhadap kendaraan KF. Setelah kejadian tersebut, KF dilaporkan bertindak balasan dengan menyalip dan menabrakkan kendaraannya ke mobil AIH hingga menimbulkan kerusakan pada taksi, yang dinyatakan sebagai mobil taksi penyok dalam keterangan.












