Internasional

Balapan Liar Dua Bersaudara di Malaysia Tewaskan Satu Keluarga, Bocah 10 Tahun Jadi Korban

6
×

Balapan Liar Dua Bersaudara di Malaysia Tewaskan Satu Keluarga, Bocah 10 Tahun Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Balapan Liar Dua Bersaudara Renggut Nyawa Satu Keluarga, Bocah 10 Tahun Ikut Tewas

jurnalistik.co.id – KLUANG — Aksi balapan liar dua bersaudara dengan mobil mewah di Jalan Renggam-Kluang, Malaysia, berakhir tragedi pada Senin (1/6/2025) siang. Empat orang dari satu keluarga tewas dalam insiden itu, termasuk seorang bocah perempuan berusia 10 tahun.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 13.15 waktu setempat. Saat itu, seorang pria berusia 22 tahun mengemudikan BMW 530e dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan di jalan raya tersebut, sambil melaju beriringan dengan adik kandungnya yang berusia 19 tahun.

Sang adik diketahui mengendarai Mercedes Benz A250. Dari penjelasan awal yang beredar, kedua mobil mewah itu tampak saling menyalip kendaraan lain secara bergantian dengan cara yang berbahaya.

Rekaman kamera dasbor yang beredar di media sosial memperlihatkan manuver keduanya di jalan raya. Tak lama kemudian, kamera yang sama merekam lokasi kecelakaan, dengan sejumlah kendaraan tampak ringsek di tengah jalan.

Kepala Kepolisian Kluang Bahrin Mohd Noh menyampaikan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, pengemudi BMW kehilangan kendali atas kendaraannya lalu menabrak empat kendaraan dari arah berlawanan. “Pengemudi BMW kehilangan kendali dan menabrak empat kendaraan di jalur berlawanan,” ujar Bahrin dalam keterangan yang disampaikan pada Selasa (2/6/2025).

Empat penumpang sebuah Toyota Vios dinyatakan tewas di tempat. Mereka adalah Mohd Aiman Mohd Rashid (36), istrinya Nor Azlina Abd Latif (33), seorang perempuan lanjut usia bernama Semek Mat Soh (73), serta bocah perempuan Nur Airish Syifa Sidek (10).

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat menyebut para korban mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuh. Bahkan, tubuh perempuan lanjut usia itu dilaporkan terpental keluar dari mobil dan ditemukan di atas kendaraan lain.

Menurut laporan, jenazah keempat korban dijemput pihak keluarga pada Selasa dini hari dan akan dimakamkan di Terengganu. Suasana duka menyelimuti keluarga yang kehilangan empat anggotanya sekaligus dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Nasib nahas juga menimpa pengemudi BMW, yang merupakan sang kakak. Setelah kecelakaan terjadi, mobil yang dikendarainya masuk ke dalam jurang, menambah kelam akhir dari aksi balapan liar yang sebelumnya melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan itu.

Kecelakaan ini memperlihatkan bagaimana kelalaian di jalan raya bisa berubah menjadi peristiwa yang merenggut banyak nyawa hanya dalam hitungan detik. Manuver berbahaya, kecepatan tinggi, dan aksi saling salip yang semula tampak seperti adu cepat justru berujung pada tabrakan beruntun yang meninggalkan kerusakan besar dan duka mendalam.

Rekaman kamera dasbor yang beredar turut memperkuat gambaran betapa agresifnya laju kedua mobil itu sebelum insiden terjadi. Dari potongan visual tersebut, publik bisa melihat bahwa situasi di jalan sudah berada pada tingkat risiko tinggi sejak awal, sehingga ruang untuk menghindari kecelakaan nyaris tidak ada ketika kontrol kendaraan akhirnya hilang.

Di sisi lain, tragedi ini juga menyoroti betapa besar dampak dari satu tindakan ugal-ugalan terhadap orang-orang yang sama sekali tidak terlibat. Satu keluarga kehilangan empat anggota sekaligus, termasuk seorang anak kecil dan seorang lansia, sebuah kenyataan yang membuat peristiwa ini terasa jauh lebih berat daripada sekadar kecelakaan lalu lintas biasa.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa jalan raya bukan tempat untuk menunjukkan keberanian yang keliru. Kecepatan tinggi, saling menyalip, dan kehilangan kendali dapat berubah menjadi rangkaian bencana yang menyeret banyak pihak. Dari kejadian di Kluang ini, pelajaran paling jelas adalah bahwa satu keputusan sembrono dapat meninggalkan akibat yang tidak bisa diperbaiki lagi.