Bisnis & Ekonomi

China, AS, dan India Jadi Tiga Besar Tujuan Ekspor Nonmigas RI

2
×

China, AS, dan India Jadi Tiga Besar Tujuan Ekspor Nonmigas RI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tiga Besar Tujuan Ekspor Nonmigas RI, China Masih Terbesar - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Badan Pusat Statistik menyebut bahwa pada periode Januari hingga April 2026, China, Amerika Serikat, dan India masih tercatat sebagai negara tujuan ekspor Indonesia terbesar. Tiga pasar itu kembali menempati posisi teratas di tengah catatan ekspor nonmigas RI yang terus dipantau BPS pada awal tahun ini.

Dalam rilis BPS, Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan bahwa tiga besar negara tujuan ekspor masih diisi oleh Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Ia juga menegaskan bahwa nilai ekspor ke ketiga negara tersebut memberikan share sekitar 44,52% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari hingga April 2026.

“Tiga besar negara tujuan ekspor adalah Tiongkok, Amerika Serikat dan India.Nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share sekitar 44,52% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari hingga April 2026,” kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam rilis BPS, Selasa (2/6/2026).

Di antara tiga tujuan utama itu, China masih menjadi pasar paling besar untuk ekspor nonmigas RI. Pudji mengungkapkan bahwa ekspor nonmigas RI ke China mencapai US$22,76 miliar. Angka itu disebut ekuivalen dengan 25,93% dari total ekspor Indonesia ke China.

Komposisi ekspor ke China juga menunjukkan beberapa komoditas utama yang menopang nilai pengiriman dari Indonesia. Ekspor ke China ini utamanya disumbang oleh ekspor besi dan baja yang berkontribusi sebesar US$5,9 miliar atau 25,94% terhadap seluruh impor, serta nikel dan barang daripadanya yang tercatat sebesar US$3,7 miliar atau setara dengan 16,27% dari seluruh nilai ekspor ke China.

China Masih Menjadi Pasar Utama

Data tersebut menempatkan China di posisi teratas dalam daftar tujuan ekspor nonmigas Indonesia selama empat bulan pertama 2026. Sementara itu, Amerika Serikat berada di urutan berikutnya sebagai salah satu pasar besar yang tetap menyerap ekspor Indonesia dalam jumlah besar. India pun melengkapi tiga besar tujuan ekspor nonmigas RI pada periode yang sama.

Untuk Amerika Serikat, Pudji mengatakan nilai ekspor nonmigas RI tercatat sebesar US$10,17 miliar. Dalam penjelasannya, ekspor ke negeri itu didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya. Dengan demikian, pasar Amerika Serikat tetap menjadi salah satu penopang penting dalam perdagangan luar negeri Indonesia di sektor nonmigas.

Meski data yang disampaikan BPS menyoroti tiga negara terbesar, sorotan utamanya tetap sama: ekspor nonmigas Indonesia masih sangat terkonsentrasi pada pasar-pasar utama. China, Amerika Serikat, dan India bersama-sama memberi porsi 44,52% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-April 2026, menurut rilis resmi yang dibacakan Pudji.

Di sisi lain, angka ekspor ke China yang mencapai US$22,76 miliar memperlihatkan besarnya peran pasar tersebut dalam struktur ekspor nonmigas RI. Sumbangan besi dan baja senilai US$5,9 miliar serta nikel dan barang daripadanya sebesar US$3,7 miliar mempertegas bahwa sejumlah komoditas industri masih memegang peranan besar dalam hubungan dagang Indonesia dengan China.

Sementara untuk Amerika Serikat, nilai ekspor nonmigas sebesar US$10,17 miliar menjadi catatan tersendiri karena didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya. Data itu menunjukkan bahwa produk manufaktur dan komponen elektrik tetap memiliki tempat penting dalam permintaan pasar AS terhadap barang asal Indonesia.

Dengan komposisi tersebut, BPS kembali menegaskan posisi tiga besar tujuan ekspor nonmigas RI pada awal 2026. China tetap berada di urutan pertama, Amerika Serikat menyusul di belakangnya, dan India mempertahankan posisinya sebagai salah satu pasar utama yang ikut menyumbang porsi besar bagi ekspor nonmigas Indonesia.