Teknologi

Kia Peringatkan Fitur Pelacakan Mobil: “Kemudahan, bukan keamanan” karena hukum Inggris membatasi pelacakan langsung

×

Kia Peringatkan Fitur Pelacakan Mobil: “Kemudahan, bukan keamanan” karena hukum Inggris membatasi pelacakan langsung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Car tracking features for 'convenience not security' warns Kia

jurnalistik.co.id – Kia memperingatkan pengguna bahwa fitur pelacakan mobil pada layanannya melalui Kia Connect lebih ditujukan untuk “kemudahan”, bukan untuk keamanan saat kendaraan dicuri. Peringatan itu muncul setelah seorang analis melaporkan kesulitan besar melacak mobilnya yang hilang.

Thatcham Research mengatakan ada “genuine and growing gap” antara ekspektasi konsumen terhadap fitur mobil terhubung dan kenyataan teknis di lapangan. Menurut lembaga keselamatan kendaraan tersebut, celah itu membuat fitur yang terlihat “siap membantu” sering kali tidak bekerja sebagaimana yang dibayangkan pemilik mobil.

Kasus ini disampaikan oleh Ian Fogg, seorang analis smartphone. Ia menyebut mobilnya dicuri pada Maret, tepat di luar rumahnya, namun ia tidak berhasil menemukan kembali kendaraan meski pabrikan dapat melihat lokasi langsung melalui Kia Connect.

Fogg mengatakan kondisi yang ia alami menunjukkan keterbatasan fungsi pelacakan mobil. Ia menyatakan, “This car was incredibly easy to hack but incredibly difficult to track, it shouldn’t be this easy to nick a car when they cost an order of magnitude more than a phone and have similar radio technology”.

Ia melaporkan memiliki bukti video dari bel pintu yang menunjukkan mobil itu dibawa kabur. Dalam peristiwa tersebut, Fogg juga menempatkan Apple AirTag di dalam kendaraan, sehingga ia punya cara pelacakan tambahan selain Kia Connect.

Namun, akses melalui Kia Connect tidak berujung pada pelacakan langsung. Fogg menjelaskan teleponnya sempat kehilangan akses ke aplikasi Kia Connect pada Maret, setelah para pelaku diduga memutus koneksi melalui sistem hiburan di kendaraan.

Kia, melalui penjelasan kepada BBC, menyebut hukum Inggris membatasi penggunaan fungsi Connect untuk pelacakan langsung kendaraan curian. Perusahaan kemudian menyarankan pelanggan menggunakan fitur tersebut untuk “convenience” alih-alih menjadikannya alat keamanan.

Fogg mengatakan pencurian terjadi tanpa kunci. Ia menyebut para pencuri masuk ke kendaraan dan memutus ponselnya melalui sistem hiburan, serta ada proses yang tidak diamankan yang dirancang agar pemilik baru lebih mudah mengambil alih dari pemilik sebelumnya.

Untuk jangka waktu singkat, Fogg masih dapat melacak mobilnya menggunakan AirTag. Akan tetapi, para pencuri kemudian menemukan perangkat tersebut dan membuangnya karena AirTag mengeluarkan bunyi, sebuah fitur yang diperkenalkan Apple untuk memerangi kasus pelacakan yang mengarah pada stalking.

Sementara itu, Fogg menyatakan Kia Connect di situsnya menganjurkan pelanggan menghubungi perusahaan bila terjadi pencurian. Tetapi dalam praktiknya, ia harus mengisi formulir setiap kali meminta informasi lokasi kendaraan.

Ia melakukan delapan kali pengisian, dan pada setiap upaya ia tidak mendapatkan lokasi sampai 24–48 jam setelah kendaraan terekam berada di suatu tempat. Fogg menyebut lokasi terakhir yang ia terima berada di Lithuania.

Kia kemudian merumuskan posisinya dengan sangat tegas. Perusahaan menyatakan, “Kia Connect is a customer convenience feature, not a certified security vehicle tracker,” dan menambahkan, “Therefore, it does not provide live‑tracking functionality for stolen vehicles.”

Dalam penjelasan yang sama, Kia menyebut pelepasan detail lokasi melalui Kia Connect tetap dimungkinkan, tetapi harus dilakukan sesuai seluruh hukum yang berlaku, terutama GDPR, serta melibatkan otoritas agar risiko terhadap pelanggan dapat diminimalkan. Pernyataan itu menempatkan pelacakan sebagai proses yang bergantung pada kepatuhan hukum, bukan kemampuan pelacakan real-time untuk situasi pencurian.

GPDR yang disebut dalam laporan itu merujuk pada GDPR, aturan perlindungan data di Eropa, dan di Inggris ada versi yang hampir identik. Menurut Information Commissioner’s Office, regulator data di Inggris, pengguna punya hak untuk mengakses informasi mereka, dan organisasi perlu merespons permintaan tersebut dalam satu bulan kalender.

Fogg juga menggambarkan implikasi praktisnya bagi kondisi pencurian mobil standar. Dalam laporan tersebut disebut bahwa polisi tidak memiliki kewenangan formal untuk menuntut data itu tanpa persetujuan khusus dari Home Office, yang jarang dicari dalam kejadian seperti ini.

Di sisi lain, Kia juga dikatakan memiliki layanan pelacakan keamanan kendaraan untuk pelanggan di Amerika Serikat, namun hanya untuk mereka yang berlangganan paket premium. Layanan itu tidak tersedia di Inggris maupun Eropa, sehingga batasan yang sama berpengaruh pada pengalaman pengguna di wilayah tersebut.

Fogg menyebut ia terkejut melihat perbedaan pendekatan keamanan antara mobil dan telepon. Ia menilai baik mobil maupun ponsel sama-sama mengandalkan “mobile phone radios, satellite location chips, short-range wireless activity and sophisticated software”, tetapi perlindungan pencurian di industri telepon dinilai lebih maju.

Ia mengutip penilaiannya sendiri: “Both cars and phones include mobile phone radios, satellite location chips, short-range wireless activity and sophisticated software,” lalu menambahkan, “But while the phone industry has strengthened theft protection measures in recent years, the situation in the car industry is worse.”

Thatcham Research kemudian menyampaikan saran agar pemilik kendaraan mencari perangkat yang tersertifikasi secara independen sebagai produk pelacak khusus kendaraan curian. Lembaga tersebut menyatakan perangkat seharusnya memiliki sumber daya independen sendiri dan memberikan pemantauan lokasi yang benar-benar real-time melalui pusat pemantauan profesional.

Thatcham juga menegaskan alasan keberadaan perangkat tersebut. Ia menyatakan, “these products exist precisely because most connected car apps, however sophisticated, are not engineered to perform the security function that owners may assume it provides”.

Dalam konteks angka pencurian, laporan itu menyebut hampir 55.000 mobil dicuri di Inggris pada 2025, turun 11% dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, pada rata-rata sekitar 13% kendaraan curian berhasil ditemukan kembali, menurut perusahaan penjual mobil Cinch.

Tambahan pelaporan dalam laporan tersebut dilakukan oleh Philippa Wain. Kisah Fogg kemudian diposisikan sebagai pengingat bahwa teknologi dapat menawarkan janji “keamanan”, tetapi tidak selalu bisa diandalkan ketika krisis terjadi secara cepat.