Teknologi

Menkomdigi: Meutya Hafid Dorong Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat

0
×

Menkomdigi: Meutya Hafid Dorong Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat

Sebarkan artikel ini
Menkomdigi: Generasi Muda Harus Jadi Duta Internet Sehat News 14 Juni 2026
Ilustrasi: Menkomdigi: Generasi Muda Harus Jadi Duta Internet Sehat

jurnalistik.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendorong generasi muda untuk menjadi duta internet sehat sekaligus garda terdepan dalam memerangi berbagai bentuk kejahatan digital yang dinilai kian marak.

Dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (14/6/2026), Meutya menegaskan bahwa peran tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan tanggung jawab bersama.

“Adik-adik semua harus menjadi duta- duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Meutya.

Seruan itu disampaikan saat menghadiri acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sumatra Utara, pada Sabtu (13/6/2026). Di kesempatan tersebut, Meutya menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat dan aman.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga ruang digital yang sehat dan aman. Ia menyebutkan bahwa karena sebagian besar aktivitas digital berlangsung di ruang privat, keterlibatan masyarakat—terutama generasi muda—dibutuhkan sebagai agen perubahan.

Meutya juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang menghadirkan peluang besar. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi dapat menjadi ancaman serius apabila tidak digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

Ia menilai kondisi ruang digital saat ini semakin dipenuhi hujatan, fitnah, kebencian, serta informasi palsu. Di sisi lain, ia menyebut persoalan tersebut diperparah oleh algoritma platform digital yang cenderung mendorong penyebaran konten kontroversial.

“Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika,” ujarnya.

Selain itu, Meutya mengingatkan bahaya ketergantungan berlebihan terhadap media sosial yang dapat membuat generasi muda semakin enggan berorganisasi dan berinteraksi secara langsung di dunia nyata.

Dalam pandangannya, organisasi dan komunitas merupakan wadah penting untuk membangun daya kritis, kepedulian sosial, serta tanggung jawab kolektif di tengah masyarakat. Dengan demikian, keterlibatan aktif generasi muda tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi juga menyentuh cara pandang dan pola berinteraksi dalam kehidupan sosial.

Melalui dorongan tersebut, Meutya Hafid menempatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya pencegahan kejahatan digital sekaligus penguatan literasi dan etika bermedia di ruang digital. Ia menggarisbawahi bahwa langkah kolektif diperlukan agar ruang digital dapat dikelola secara lebih aman, sehat, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Meutya menekankan bahwa kampanye duta internet sehat perlu diterjemahkan ke dalam sikap sehari-hari, bukan berhenti pada seruan. Generasi muda diharapkan mampu menilai informasi secara lebih kritis, menjaga cara berkomunikasi, dan ikut berperan agar ruang digital tidak mudah dimanfaatkan untuk tindakan yang merugikan.

Menurutnya, tantangan yang muncul di ruang digital tidak hanya terkait konten yang beredar, tetapi juga cara konten itu menyebar melalui mekanisme di platform. Ketika algoritma cenderung memperbesar konten kontroversial, pengguna perlu memahami dampaknya agar tidak ikut terseret arus yang memicu hujatan, fitnah, maupun kebencian.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan internet yang tidak bertanggung jawab dapat berdampak luas, terutama ketika seseorang terlanjur menganggap segala hal di media sosial sebagai kebenaran. Karena itu, literasi dan etika bermedia menjadi dasar penting agar aktivitas digital tetap memberi manfaat dan tidak berubah menjadi sumber masalah bagi lingkungan sekitar.

Dalam konteks keterlibatan masyarakat, Meutya menilai ruang digital akan lebih terjaga jika ada gerak bersama dari berbagai pihak, termasuk komunitas. Organisasi dan komunitas dapat menjadi tempat untuk membentuk kebiasaan berdiskusi, memperkuat kepedulian sosial, serta melatih cara berinteraksi yang tidak mengandalkan sepenuhnya pada layar, sehingga keterlibatan di dunia nyata tetap berjalan.