Hukum & Kriminal

Pencarian Korban Ledakan Bom di Biak Diperluas 4 Kilometer: Hari Terakhir

0
×

Pencarian Korban Ledakan Bom di Biak Diperluas 4 Kilometer: Hari Terakhir

Sebarkan artikel ini
Hari Terakhir, Pencarian Korban Ledakan Bom di Biak Diperluas 4 Kilometer Regional 8 Juni 2026
Ilustrasi: Hari Terakhir, Pencarian Korban Ledakan Bom di Biak Diperluas 4 Kilometer

jurnalistik.co.id – Pencarian tiga warga yang masih hilang akibat insiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, diperluas hingga radius empat kilometer dari lokasi kejadian.

Langkah perluasan ini dilakukan agar peluang menemukan korban maupun barang bukti yang berkaitan dengan para korban yang belum ditemukan menjadi lebih besar.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan, perluasan area dilakukan untuk meningkatkan kesempatan pencarian sekaligus memperkuat pengumpulan bukti di sekitar titik ledakan.

Ia menyebut pencarian pada Senin (8/6/2026) menjadi hari terakhir setelah masa operasi yang dilakukan Basarnas diperpanjang.

“Pencarian hari ini merupakan hari terakhir setelah Basarnas perpanjang waktu pencarian,” ujarnya, Senin, dilansir dari Antara.

Dalam proses tersebut, tim SAR gabungan juga menemukan potongan tubuh manusia yang diduga berkaitan dengan korban ledakan bom peninggalan PD II.

Potongan tubuh yang ditemukan kemudian disimpan di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.

Pemeriksaan dilakukan melalui tim DVI dengan mencocokkan darah atau DNA dari keluarga korban.

Proses pencocokan DNA, menurut Kapolres, dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri di Jakarta.

“Pemeriksaan DNA dilakukan di Puslabfor Mabes Polri di Jakarta dan diharapkan hasilnya segera diterima sehingga pihaknya akan memberitahukannya ke masyarakat,” kata AKBP Ari Trestiawan.

Pihak kepolisian berharap hasil identifikasi segera keluar agar dapat memberi kepastian kepada keluarga korban sekaligus kepada masyarakat.

Sementara itu, insiden ledakan bom peninggalan PD II yang terjadi pada 31 Mei 2026 di Biak Numfor telah menewaskan enam orang.

Adapun tiga warga yang masih dinyatakan hilang, disebut Kapolres, adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27).

“Tiga warga yang hilang adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45) dan Abis Marandof (27),” tandas Kapolres.

Dalam penanganan di lokasi, Kapolres juga menyampaikan bahwa proses sterilisasi telah selesai dilakukan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua.

Meskipun sterilisasi sudah dilakukan, masyarakat tetap diminta tidak memasuki area tersebut sampai seluruh proses penyelidikan benar-benar selesai.

“Walaupun sterilisasi sudah selesai dilaksanakan namun pihaknya berharap masyarakat tidak memasuki kawasan itu hingga penyelidikan selesai dilakukan anggota,” kata Kapolres Biak Numfor itu.

Dengan berakhirnya masa pencarian pada hari terakhir operasi yang diperpanjang tersebut, fokus berikutnya tetap diarahkan pada proses identifikasi terkait temuan di lokasi serta penyampaian hasilnya kepada keluarga korban.

Proses pencarian yang diperluas hingga radius empat kilometer diharapkan dapat melengkapi upaya menemukan korban dan barang bukti, sekaligus memastikan rangkaian penanganan terhadap insiden ledakan bom peninggalan PD II berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan.

Perluasan radius pencarian tersebut juga dimaknai sebagai upaya lanjutan dari penanganan di lapangan. Dengan area yang diperlebar, tim diharapkan bisa menjangkau bagian-bagian yang sebelumnya berada di luar jangkauan, sekaligus memperbesar peluang menemukan artefak atau barang bukti yang masih bersesuaian dengan korban yang belum teridentifikasi.

Di masa operasi yang sudah diperpanjang, tim SAR gabungan melaporkan adanya temuan berupa potongan tubuh manusia yang diduga terkait insiden ledakan bom peninggalan PD II. Seluruh temuan kemudian dibawa dan disimpan di kamar jenazah RSUD Biak untuk tahap pemeriksaan lanjutan melalui proses DVI, termasuk pencocokan darah maupun DNA dari keluarga korban oleh Puslabfor Mabes Polri di Jakarta.

Kapolres juga menegaskan bahwa sterilisasi lokasi telah selesai dilakukan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua. Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak memasuki area tersebut sampai rangkaian penyelidikan dinyatakan tuntas. Sebagai gambaran, insiden pada 31 Mei 2026 telah menewaskan enam orang, sementara tiga warga yang masih dinyatakan hilang adalah Yulianus Raubaba, Lae Madura, dan Abis Marandof; setelah pencarian hari terakhir, perhatian selanjutnya diarahkan pada proses identifikasi dan penyampaian hasilnya kepada keluarga serta masyarakat.