Daerah

Pramono Dorong Penataan Kali Grogol Jadi Contoh Perbaikan Permukiman Kumuh

×

Pramono Dorong Penataan Kali Grogol Jadi Contoh Perbaikan Permukiman Kumuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pramono Ingin Penataan Kali Grogol Jadi Contoh Penanganan Kawasan Kumuh

jurnalistik.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau penataan Kali Grogol di segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, sebagai upaya menjadikan perbaikan kawasan kumuh sekaligus contoh penanganan yang lebih terarah di ibu kota. Menurutnya, perubahan yang dilakukan pemerintah provinsi berupaya mengubah kondisi lingkungan yang sebelumnya identik dengan kekumuhan dan risiko banjir.

Dalam kunjungannya, Pramono menekankan pentingnya penyelenggaraan pekerjaan lapangan yang lebih seragam. Ia meminta seluruh pekerjaan galian di Jakarta dijalankan dengan satu standar operasional prosedur (SOP), sehingga pelaksanaan dapat lebih tertib dan hasilnya terukur.

Pramono menilai lokasi yang kini ditata di bantaran Kali Grogol sudah menunjukkan arah perbaikan. Ia menyebut segmen Kemanggisan dulu dikenal sebagai area yang kurang nyaman, termasuk karena persepsi publik bahwa tempat tersebut jauh dari kondisi layak.

Pada kesempatan peninjauan pada Kamis (2/7/2026), Pramono menyampaikan apresiasi atas penanganan yang dianggapnya menjadi “role model” penyelesaian persoalan di lapangan. “Pertama-tama saya ingin memberikan apresiasi. Inilah salah satu contoh role model untuk penyelesaian persoalan di lapangan,” ujarnya saat meninjau penataan Kali Grogol.

Di lokasi, kondisi bantaran yang sebelumnya sulit tertata kini terlihat lebih rapi. Bantaran sungai telah dipasangi turap beton dan sheet pile, langkah yang menurut pengamatan di lapangan membantu menata area sepanjang aliran kali sekaligus memperbaiki batas ruang di sisi sungai.

Selain penguatan pada sisi bantaran, penataan juga terlihat melalui pembangunan akses pendukung. Di sisi kanan sungai, telah dibangun jalan inspeksi yang membentang mengikuti aliran kali, sehingga memudahkan pengawasan dan penanganan lanjutan di area tersebut.

Di seberang bantaran, deretan rumah warga masih berdiri berdekatan dengan tepi sungai. Pramono menyoroti bahwa relokasi atau pembenahan lingkungan harus tetap mempertimbangkan kondisi di sekitar permukiman agar manfaat penataan dapat dirasakan warga secara nyata.

Ia menyampaikan bahwa wilayah tersebut pada masa lalu bahkan kerap dicap tidak nyaman. “Tempat ini dulu merupakan tempat yang kumuh. Bahkan mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu tempat yang sedikit gelap,” kata Pramono.

Menurut Pramono, penataan Kali Grogol di Kemanggisan tidak berhenti pada tahap yang sudah terlihat saat peninjauan. Ia menyatakan pekerjaan masih berlanjut dan terdapat bagian yang masih perlu diselesaikan agar kondisi lingkungan benar-benar terbentuk secara utuh.

Pemerintah, lanjutnya, masih menyiapkan kelanjutan pembangunan untuk sekitar 600 meter. Ia menyebut anggarannya telah disiapkan melalui APBD DKI Jakarta, sehingga proses lanjutan di area tersebut dapat diteruskan.

Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air agar menyelesaikan sisa pekerjaan yang masih tertunda, khususnya karena tujuan penataan adalah menurunkan risiko banjir di kawasan Kemanggisan. Ia berharap masyarakat bisa merasakan dampak perbaikan, bukan hanya melihat perubahan di beberapa titik.

Dalam penegasan terkait kelanjutan proyek, Pramono menyampaikan: “Yang 600 meter lagi anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita, jadi pasti akan terselesaikan.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sisa pekerjaan telah masuk dalam skema pendanaan pemerintahan daerah.

Tak hanya aspek konstruksi, Pramono juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan yang sudah ditata agar tidak kembali dipenuhi bangunan liar. Ia meminta Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan pengendalian di lapangan berjalan sehingga hasil penataan tidak mengalami kemunduran setelah pekerjaan fisik selesai di tahap tertentu.

Baginya, menjaga agar kawasan tetap tertib merupakan bagian dari keberhasilan penanganan kumuh. Penataan yang sudah dibangun—mulai dari turap beton dan sheet pile hingga keberadaan jalan inspeksi—akan lebih bermakna jika lingkungan sekitar tetap tertata serta sesuai dengan arahan penertiban.

Dari peninjauan itu, Pramono memposisikan penataan Kali Grogol sebagai contoh perbaikan yang dapat dijadikan rujukan dalam penanganan persoalan serupa. Fokus utamanya adalah memperbaiki kondisi bantaran dan menekan risiko banjir, sekaligus memastikan proses di lapangan dilakukan dengan standar yang sama dan pengawasan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak diukur hanya dari progres yang terlihat saat kunjungan, melainkan dari kelanjutan pekerjaan hingga seluruh segmen selesai. Dengan sisa sekitar 600 meter yang disebut telah dianggarkan melalui APBD DKI Jakarta, Pramono berharap proses dapat segera diteruskan hingga manfaat penataan benar-benar dirasakan warga di Kemanggisan.