Daerah

Viral Warga Hendak Lapor Penganiayaan, Polsek Serang Terkunci saat Personel Salat Subuh

0
×

Viral Warga Hendak Lapor Penganiayaan, Polsek Serang Terkunci saat Personel Salat Subuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Viral Warga Hendak Lapor Penganiayaan tapi Polsek Terkunci, Kapolsek Serang: Personel Salat Subuh

jurnalistik.co.id – SERANG — Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga hendak melapor ke Polsek Serang, Banten, namun mendapati kantor kepolisian sektor itu terkunci, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 04.20 WIB, ketika sebagian personel sedang menjalankan salat subuh di musala, sementara petugas lain tengah bertugas di ruangan berbeda.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @nyimas_chandini, perekam mengaku baru saja menyaksikan aksi pembacokan menggunakan senjata tajam jenis celurit di dekat Polsek Serang. Karena lokasi kejadian berada tidak jauh dari kantor polisi, perekam kemudian berinisiatif mendatangi Mapolsek Serang untuk menyampaikan laporan atas peristiwa yang baru saja dilihatnya.

Namun, sesampainya di lokasi, pintu kantor tampak tertutup dan terkunci. Kondisi itu membuat warga yang hendak melapor tidak bisa langsung bertemu petugas, sehingga rekaman tersebut kemudian menuai perhatian luas dan ikut memicu respons dari kepolisian setempat.

Kapolsek Serang AKP Zaeni Aji Bakhtiar membenarkan bahwa ada warga yang datang ke kantornya saat kejadian berlangsung. Ia menjelaskan, pada jam tersebut sebagian personel Polsek Serang sedang melaksanakan ibadah salat subuh di musala. Sementara itu, personel lain tetap berada di ruang berbeda untuk menjalankan pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah peduli terhadap situasi keamanan di lingkungannya,” kata Zaeni melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut Zaeni, kondisi itu membuat ketukan pintu dan panggilan dari luar kantor tidak langsung terdengar oleh petugas. Karena itu, kedatangan warga yang ingin melapor tidak segera mendapat respons sebagaimana yang diharapkan. Ia menegaskan, kritik, masukan, dan laporan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi internal bagi jajarannya.

“Kami pastikan setiap informasi yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku,” sambung dia.

Dalam kesempatan yang sama, Zaeni juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Permohonan maaf itu disampaikan atas nama Polresta Serang Kota kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan situasi tersebut.

Ia menilai partisipasi aktif masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Karena itu, warga diajak untuk terus bersinergi dengan aparat agar kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Belum Ada Laporan Resmi

Kanit Reskrim Polsek Serang Ipda Nuryanto menambahkan, hingga saat ini belum ada korban maupun saksi yang secara resmi membuat laporan kepolisian terkait dugaan penganiayaan tersebut. Menurut dia, sempat ada pihak yang mendatangi lokasi, tetapi situasi saat itu sudah bubar.

“Sampai saat ini belum ada yang ke kantor (untuk membuat laporan resmi). Sempat didatangi (ke lokasi), tapi sudah bubar,” kata Nuryanto.

Setelah mengetahui informasi itu, petugas langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun, polisi tidak menemukan adanya keributan seperti yang dinarasikan di dalam video. Pada saat petugas tiba, situasi di lokasi sudah kembali normal dan tidak ada lagi kerumunan yang bisa dimintai keterangan.

“Untuk kepastian apakah itu keributan atau kecelakaan belum bisa ditentukan, karena petugas datang ke lokasi situasi sudah bubar,” ujar dia.

Dengan demikian, peristiwa yang viral tersebut sementara masih berhenti pada informasi yang terekam dalam video dan penjelasan awal dari kepolisian. Hingga kini, polisi belum menerima laporan resmi yang dapat dijadikan dasar untuk memastikan detail peristiwa dugaan penganiayaan yang disebut terjadi di dekat Polsek Serang itu.

Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya respons cepat terhadap laporan warga, terutama ketika kejadian berlangsung di jam-jam awal subuh. Di sisi lain, kepolisian menyampaikan bahwa informasi yang masuk tetap akan diproses sesuai prosedur dan menjadi bagian dari evaluasi pelayanan internal agar kejadian serupa tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.