Peristiwa

BNPB Jalankan Modifikasi Cuaca di Jambi Selama Sepekan, Basahi Lahan Gambut Antisipasi Karhutla

0
×

BNPB Jalankan Modifikasi Cuaca di Jambi Selama Sepekan, Basahi Lahan Gambut Antisipasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
BNPB Modifikasi Cuaca di Jambi Selama Sepekan, Upaya Basahi Lahan Gambut dari Ancaman Karhutla Regional 8 Juni 2026
Ilustrasi: BNPB Modifikasi Cuaca di Jambi Selama Sepekan, Upaya Basahi Lahan Gambut dari Ancaman Karhutla

jurnalistik.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama sepekan sebagai langkah preventif menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau 2026.

Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menjelaskan, operasi ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah untuk mengurangi risiko bencana asap yang kerap terjadi di wilayah rawan, terutama lahan gambut.

Menurut Abdul Muhari, fokus kegiatan diarahkan pada pembasahan wilayah rentan guna mencegah munculnya titik api. Ia menyampaikan, “Langkah-langkah yang dilakukan untuk penanggulangan karhutla ini merupakan kombinasi dari pencegahan dan pemadaman. Sebelum titik api meluas, perlu dilaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk membasahi gambut,” kata dia yang dikutip dari Antara.

OMC di Jambi dilaksanakan pada 5 hingga 12 Juni 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 27 April hingga akhir November 2026.

Operasi ini juga diarahkan untuk menekan potensi karhutla seiring turunnya curah hujan di sejumlah wilayah. Saat lahan gambut rentan mulai mengering, risiko titik api dinilai dapat meningkat ketika memasuki musim kemarau.

Pelaksanaan OMC dipusatkan di Bandara Sultan Thaha Jambi. BNPB menyebut kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara.

Teknis pelaksanaan di lapangan

Dalam beberapa hari pertama pelaksanaan, tim melakukan penyemaian awan menggunakan bahan baku garam (NaCl) di sejumlah wilayah rawan. Wilayah yang menjadi sasaran meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Kabupaten Muaro Jambi.

Penyemaian dilakukan melalui beberapa sorti penerbangan. BNPB melaporkan kegiatan tersebut berhasil memicu hujan lokal di area yang menjadi sasaran.

Hujan buatan yang dihasilkan ditujukan untuk meningkatkan kelembapan tanah, khususnya pada lahan gambut. Dengan meningkatnya kelembapan, potensi kebakaran dinilai dapat ditekan.

Alasan Jambi menjadi prioritas

BNPB menyebut Jambi termasuk satu dari enam provinsi prioritas nasional dalam penanganan karhutla. Penetapan tersebut mempertimbangkan karakteristik lahan gambut yang luas serta rentan terbakar ketika musim kemarau berlangsung.

Peningkatan jumlah titik panas (hotspot) juga menjadi indikator penting dalam penentuan prioritas. Saat ini, jumlah hotspot di Indonesia tercatat mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BMKG memprediksi kondisi iklim global berpotensi mengarah pada fenomena El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026, dengan peluang mencapai 50 hingga 80 persen.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa meskipun pada saat ini ENSO masih berada pada fase netral, indikasi penguatan menuju El Nino perlu diwaspadai. Ia menyatakan, “Untuk itu sebagai langkah mitigasi, BMKG terus memperkuat pendekatan preventif melalui Operasi Modifikasi Cuaca dengan metode pembasahan lahan atau rewetting khususnya di wilayah rawan gambut,” kata Teuku Faisal.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, BNPB menegaskan bahwa OMC diarahkan sebagai upaya pencegahan lebih awal. Langkah pembasahan lahan gambut diharapkan membantu mengurangi peluang kemunculan dan perluasan titik api di wilayah yang rentan.

BNPB menempatkan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai langkah yang dijalankan lebih awal, ketika kondisi mulai mengarah pada periode rawan dan curah hujan diperkirakan turun. Dengan penyiapan kegiatan selama 5 sampai 12 Juni 2026 di Provinsi Jambi, upaya pembasahan diarahkan untuk mengantisipasi membesarnya risiko titik api sejak awal musim kemarau berlangsung.

Melalui koordinasi yang melibatkan BMKG serta TNI Angkatan Udara, tim melaksanakan penyemaian awan berbasis bahan baku garam dan mengarahkan hasil hujan buatan ke wilayah yang memiliki karakter gambut rentan terbakar. Peningkatan kelembapan pada lahan gambut diharapkan membuat lingkungan menjadi kurang mendukung bagi kemunculan dan penjalaran titik api, sehingga penanganan pencegahan dapat berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan pemadaman.