Hukum & Kriminal

Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar di Brebes, Kusriyati (65) Tukang Parkir Pilih Bagikan Uang Imbalan

×

Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar di Brebes, Kusriyati (65) Tukang Parkir Pilih Bagikan Uang Imbalan

Sebarkan artikel ini
Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar, Nenek Tukang Parkir di Brebes Pilih Bagikan Uang Imbalan Regional 18 Juni 2026
Ilustrasi: Gagalkan Pencurian Rp 3,6 Miliar, Nenek Tukang Parkir di Brebes Pilih Bagikan Uang Imbalan

jurnalistik.co.id – Di Brebes, Jawa Tengah, Kusriyati (65) dikenal sebagai tukang parkir lanjut usia yang bertugas di sekitar kawasan perbankan. Pada Senin (15/6/2026), ia terlibat dalam upaya menggagalkan pencurian uang tunai dalam jumlah besar.

Kusriyati kemudian membagikan uang imbalan sebesar Rp 100.000 yang ia terima setelah membantu menggagalkan pencurian uang Rp 3,6 miliar milik seorang nasabah bank. Pembagian itu dilakukan sebagai bentuk respons atas kontribusi yang dianggapnya membantu proses penyelamatan uang.

Uang tersebut diberikan oleh Kliwon Alwawan sebagai tanda terima kasih setelah seluruh uang miliknya berhasil selamat dari aksi komplotan pencuri bermodus pecah kaca mobil di Jalan Ahmad Yani, Brebes. Alih-alih menyimpan seluruh uang untuk dirinya sendiri, Kusriyati memilih membaginya kepada tiga orang yang ikut membantu saat kejadian.

Rincian pembagian imbalan dilakukan kepada dua tukang parkir dan seorang pengemudi ojek online. Dengan skema tersebut, masing-masing orang mendapat Rp 25.000.

“Dikasih Rp 100.000 dibagi empat. Farid, Wawan, Udin, terus saya,” jelas Kusriyati, dikutip dari Kompas.com, Rabu (17/6/2026).

Awal kejadian

Peristiwa bermula ketika Kliwon Alwawan, warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, baru saja mengambil uang tunai Rp 3,6 miliar dari Bank BCA Brebes. Setelah meninggalkan bank, ia merasa ada yang tidak beres karena beberapa pengendara sepeda motor terus membuntuti kendaraan yang dikemudikannya.

Karena merasa kurang aman, Kliwon kemudian mendatangi kantor Bank BTN yang lokasinya tidak jauh dari tempat tersebut untuk memastikan keadaan. Langkah itu dilakukan sebelum ia kembali berurusan di luar.

Saat Kliwon masuk ke dalam bank, para pelaku diduga langsung melancarkan aksinya. Salah seorang pelaku memecahkan kaca mobil Pajero Sport hitam milik Kliwon, lalu mengambil bungkusan plastik berisi uang yang tersimpan di dalam kendaraan.

Peran Kusriyati di lokasi

Aksi tersebut diketahui oleh Kusriyati yang sedang bertugas sebagai tukang parkir di sekitar lokasi. Ia melihat langsung kejadian ketika pelaku memecahkan kaca mobil dan mengambil bungkusan dari dalam kendaraan.

Melihat situasi itu, Kusriyati langsung berteriak meminta bantuan warga. “Saya melihat ada orang memecah kaca mobil, lalu mengambil bungkusan plastik dari dalam mobil. Saya langsung teriak, pencuri, pencuri,” kata Kusriyati, dikutip dari Kompas.com, Senin (15/6/2026).

Terikan Kusriyati membuat pelaku panik. Dalam kondisi tersebut, mereka akhirnya gagal membawa kabur uang hasil curian.

Sejumlah uang bahkan sempat berhamburan ke jalan. Setelah itu, uang yang terdampak berhasil diamankan kembali, sehingga keseluruhan dana yang menjadi target pencurian tidak hilang.

Imbalan dan pembagian kepada yang membantu

Setelah Kliwon memastikan bahwa uang miliknya berhasil selamat, ia memberikan imbalan kepada Kusriyati sebagai tanda terima kasih. Uang imbalan yang ia berikan berjumlah Rp 100.000.

Kusriyati lalu membagikan uang tersebut kepada pihak-pihak yang turut membantu saat kejadian. Ia menyebut nama Farid, Wawan, dan Udin sebagai bagian dari orang-orang yang mendapatkan porsi imbalan.

Dalam pembagian itu, total Rp 100.000 dipecah menjadi empat bagian, yaitu masing-masing pihak memperoleh Rp 25.000. Dua di antaranya adalah tukang parkir, sedangkan satu orang lainnya merupakan pengemudi ojek online.

Lewat langkah berbagi tersebut, Kusriyati menegaskan bahwa keterlibatannya tidak hanya berhenti pada upaya menggagalkan pencurian, tetapi juga berlanjut pada cara ia memperlakukan imbalan yang diterimanya. Kisah ini memperlihatkan bagaimana peran saksi di lapangan dapat ikut menentukan hasil akhir sebuah kejadian.

Di sisi lain, Kliwon Alwawan yang berasal dari Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, memilih memberi imbalan setelah seluruh uangnya berhasil selamat dari aksi komplotan pencuri bermodus pecah kaca. Aksi pembagian imbalan kemudian menjadi kelanjutan dari proses penyelamatan dana tersebut di Jalan Ahmad Yani, Brebes.