jurnalistik.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengungkapkan terdapat 14 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berhenti beroperasi sementara di wilayah setempat. Penghentian sementara itu terjadi akibat keterlambatan pencairan dana operasional untuk produksi menu makanan bergizi (MBG) sehari-hari.
Koordinator Wilayah BGN Kalteng Elisa Agustino menjelaskan, sebanyak 14 SPPG di Kalteng di-suspend atau berhenti sementara karena dana operasional untuk kegiatan produksi MBG harian mengalami keterlambatan.
Elisa menyampaikan hal itu di Palangka Raya pada Jumat (12/6/2026). Ia menuturkan, proses pencairan dana sedang berjalan sehingga penentuan penghentian juga menyesuaikan ketersediaan dana di lapangan.
“Terkait pencairan dana itu kan berproses, kalau misalnya terlambat hari ini, bisa besok, jadi kami sampaikan ke mereka kalau memang sudah habis dana, silakan stop dulu, buat laporannya, nanti sambil menunggu saja pencairan dananya,” ujar Elisa.
Elisa menegaskan bahwa penghentian sementara belasan SPPG hanya disebabkan keterlambatan pencairan dana operasional. Ia juga menyatakan, sebelumnya terdapat sekitar 30–40 SPPG yang sempat di-suspend karena faktor lain, yakni perbaikan IPAL, infrastruktur, serta peningkatan lainnya.
Menurut Elisa, penghentian operasional akibat keterlambatan pencairan dana tidak berlangsung hingga satu bulan. “Ini yang pertama, karena memang ada dinamika di atas kan, jadi ada penyesuaian-penyesuaian, banyak pertimbangan, tapi pada intinya program MBG tetap berjalan,” tegasnya.
Elisa menambahkan bahwa tidak semua dapur SPPG dihentikan secara permanen. Suspend atau penghentian operasional yang pihaknya lakukan saat ini, kata dia, juga menjadi bagian dari evaluasi kinerja SPPG.
“Seperti adanya kelalaian SOP, baik itu penanganan maupun infrastruktur yang perlu dilakukan pembenahan, itu kena suspend di kami,” tutur Elisa. Dalam penjelasannya, ia menyebut penghentian yang dilakukan tidak hanya terkait dana, tetapi juga evaluasi terhadap kepatuhan prosedur serta kebutuhan perbaikan yang muncul.
Elisa menjelaskan bahwa persoalan keterlambatan pencairan dana tersebut sudah ditangani oleh pimpinan BGN. Ia menyebut beberapa SPPG sudah memperoleh pencairan dana sejak Jumat pekan lalu, lalu berlanjut hingga Senin secara bertahap.
“Dari hari Jumat dilanjutkan ke hari Senin, memang secara bertahap, kemarin ada yang dananya terbatas, tapi sudah diatasi,” katanya. Dengan mekanisme pencairan yang berlangsung bertahap, BGN Kalteng menyatakan program MBG tetap berjalan sambil menunggu dana operasional benar-benar kembali normal.
Elisa juga menggambarkan bahwa penghentian sementara dilakukan dengan pola pengelolaan lapangan yang menyesuaikan alur pencairan. Saat anggaran operasional untuk produksi menu MBG harian belum tersedia penuh, para pihak di lapangan diarahkan menyesuaikan kebutuhan. Bila pada hari tertentu dana dianggap sudah menipis, kegiatan bisa ditahan terlebih dulu agar tetap tertib administrasi, sambil menunggu proses pencairan berlanjut.
Selain soal keterlambatan dana, BGN Kalteng menyampaikan bahwa langkah suspend dipakai sebagai bagian dari penilaian menyeluruh terhadap pelaksanaan SPPG. Dalam penjelasan Elisa, pembenahan tidak hanya menyasar dukungan finansial, tetapi juga kepatuhan terhadap SOP dalam penanganan maupun kesiapan infrastruktur yang perlu dirapikan. Dengan begitu, penghentian yang terjadi diposisikan untuk perbaikan dan evaluasi kinerja, bukan semata-mata penghentian total tanpa tindak lanjut.
Elisa menegaskan pula bahwa kondisi tersebut tidak dimaksudkan berjalan lama dan tidak sampai menghentikan program dalam jangka panjang. Ia menyebut dinamika pengaturan di tingkat atas membuat adanya penyesuaian, namun inti program MBG tetap berlangsung. Ia menambahkan, pencairan dana yang mulai masuk sejak Jumat kemudian berlanjut secara bertahap hingga Senin, termasuk untuk SPPG yang sempat menerima dana dalam jumlah terbatas, sehingga operasional dapat kembali berjalan sesuai ketersediaan di tiap wilayah.












