Daerah

5 Ekor Kebo Bule Jalani Latihan Menjelang Kirab 1 Suro di Keraton Solo

0
×

5 Ekor Kebo Bule Jalani Latihan Menjelang Kirab 1 Suro di Keraton Solo

Sebarkan artikel ini
5 Ekor Kebo Bule Jalani Latihan Jelang Kirab 1 Suro Keraton Solo Regional 13 Juni 2026
Ilustrasi: 5 Ekor Kebo Bule Jalani Latihan Jelang Kirab 1 Suro Keraton Solo

jurnalistik.co.id – Lima ekor kebo (kerbau) bule albino menjalani geladi mahesa atau latihan mengitari Kompleks Keraton Solo jelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro. Pada Sabtu (13/6/2026), kelima hewan tersebut dikeluarkan dari kandang untuk melakoni rangkaian latihan sebagai cucuk lampah kirab.

Pantauan di lokasi, lima kebo bule itu bergerak dari Alun-alun Kidul lalu melintasi Jalan Wirengan, Jalan Mangkubumen, dan Jalan Sasono Mulyo. Setelah menyusuri ruas-ruas tersebut, rombongan kembali ke Alun-alun Kidul sebagai bagian dari pola geladi yang dijalankan.

Dalam pelaksanaan latihan, para abdi dalem tampak membersamai jalannya kebo bule. Sepanjang perjalanan, kebo-kebo terlihat lincah dan berlarian di beberapa segmen rute, seiring upaya pengaturan oleh pawang.

Sesekali, para pawang tampak kesulitan mengarahkan kawanan agar tetap pada lajur yang dikehendaki. Kondisi itu membuat rombongan sempat tidak sepenuhnya mengikuti alur geladi yang sudah ditentukan.

Ketika kebo-kebo sampai di depan Kori Kamandungan, lima ekor tersebut terlihat lebih sulit dikendalikan. Di momen tersebut, mereka mencoba kembali ke jalur geladi yang telah dilewati sebelumnya, sebelum akhirnya dapat melanjutkan rangkaian latihan.

Dalam proses penyesuaian rute, salah satu kebo bahkan menabrak gerobak pedagang es puter tradisional yang berada di sekitar lokasi. Kejadian itu berlangsung saat kebo mulai bergerak dengan ritme yang berubah, sehingga area di sekitarnya terdampak.

Setelah kebo-kebo mulai menunjukkan ketenangan, latihan kemudian diikuti dengan pemberian pakan umbi-umbian. Hewan-hewan tersebut juga disirami air dan diberi minum, sebagai bagian dari rangkaian perawatan setelah berjalan mengitari kompleks.

Aktivitas latihan tersebut menjadi perhatian sejumlah wisatawan, warga setempat, maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar rute. Keramaian yang muncul tidak lepas dari keberadaan lima kebo bule yang tampak lincah saat mengikuti geladi mahesa.

Usai rangkaian latihan di dalam kompleks, kebo bule keturunan Kiai Slamet kemudian dibawa kembali ke kandangnya di Alun-alun Kidul Keraton Solo sekitar pukul 16.45 WIB. Pada tahap akhir ini, rombongan beralih dari aktivitas jalanan ke proses penempatan kembali ke lokasi penampungan.

Srati Mahesa Keraton Solo, Heri menjelaskan bahwa geladi jelang kirab 1 Suro berlangsung dua hari, yaitu Sabtu (13/6/2026) dan Minggu (14/6/2026). Heri menyampaikan, “Ini geladi muteri (mengitari) area Keraton. Ini selama dua hari sama besok,” kepada awak media pada Sabtu (13/6/2026).

Menurut Heri, tujuan geladi adalah melatih kekuatan kaki para kebo bule agar tidak lemas ketika menjalani peran pada Kirab 1 Suro. Ia menjelaskan, “Buat latihan jalanan, lama ndak dikeluarkan biar kakinya caranya biar lemaslah,” yang menekankan kebutuhan latihan karena hewan tidak dikeluarkan setiap hari.

Heri juga menyebutkan bahwa kebo bule hanya dikeluarkan saat menjelang kirab. Ia menegaskan, “Ya menjelang Suro. Sehari-harinya memang tidak pernah keluar,” sehingga latihan dilakukan pada periode yang disiapkan untuk kirab, bukan sebagai rutinitas harian.

Dengan geladi mahesa yang dilakukan dalam dua hari, Keraton Solo menyiapkan kebo bule agar siap menjalani rangkaian Kirab Pusaka Malam 1 Suro. Pada Sabtu (13/6/2026), latihan yang meliputi lintasan dari Alun-alun Kidul hingga kembali lagi, menjadi salah satu tahap penting sebelum proses kirab yang sesungguhnya digelar.

Rangkaian geladi yang dijalankan memperlihatkan pola latihan yang berulang, dimulai dari keluarnya kebo bule dari Alun-alun Kidul, kemudian bergerak mengikuti deretan ruas yang telah ditetapkan, sebelum pada akhirnya kembali lagi ke titik awal di area tersebut.

Setelah sesi pergerakan selesai, perhatian tidak berhenti pada pengaturan rute. Kebo-kebo lantas memasuki tahap perawatan dengan pemberian pakan umbi-umbian, disirami air, serta diberi minum, sebagai bagian dari pemulihan setelah mengitari kompleks.

Selama kebo bule melintasi rute latihan, keberadaan rombongan turut memancing rasa ingin tahu masyarakat di sekitar lokasi. Wisatawan dan warga setempat terlihat mengikuti perkembangan di tiap segmen, sementara proses arahan oleh pawang dilakukan berulang kali saat rombongan mulai sulit diarahkan agar tetap mengikuti alur geladi.