Hukum & Kriminal

Lima Sorotan Sidang Sudewo: Eksepsi Ditolak, Pendukung Kepung Mobil, Sudewo Dievakuasi Rantis Brimob

×

Lima Sorotan Sidang Sudewo: Eksepsi Ditolak, Pendukung Kepung Mobil, Sudewo Dievakuasi Rantis Brimob

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 5 Fakta Sidang Sudewo: Eksepsi Ditolak, Pendukung Kepung Mobil hingga Dievakuasi dengan Rantis

jurnalistik.co.id – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (29/6/2026), berlangsung dengan beberapa peristiwa yang menonjol. Proses persidangan ditandai penolakan eksepsi, penjadwalan pemeriksaan pembuktian, hingga insiden massa di luar ruang sidang.

Dalam putusan sela, majelis hakim menyatakan menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Sudewo bersama tim penasihat hukumnya. Dengan keputusan tersebut, perkara dinyatakan tetap berjalan ke tahap pembuktian.

Ketua majelis hakim Edwin Pudyono menyampaikan bahwa keberatan yang disampaikan terdakwa akan diuji melalui pemeriksaan pokok perkara. Menurutnya, seluruh bantahan itu akan dibuktikan saat pemeriksaan berlangsung.

Majelis hakim kemudian menetapkan pemeriksaan pembuktian digelar dua kali dalam sepekan, yakni pada Senin dan Rabu. Edwin menyebut penuntut umum menyiapkan saksi-saksi untuk jadwal pemeriksaan tersebut, termasuk rencana pada 6 Juli dan 8 Juli 2026.

“Pemeriksaan perkara atas nama terdakwa Sudewo akan kami laksanakan sepekan dua kali, Senin dan Rabu. Untuk Senin, saya minta penuntut umum menyiapkan saksinya. Pada 6 Juli, sekaligus 8 Juli 2026 juga dipersiapkan,” kata Edwin, dikutip dari Tribun Jateng, Senin.

Menanggapi putusan sela itu, Sudewo menyatakan menghormati keputusan majelis hakim dan menyatakan siap mengikuti seluruh rangkaian persidangan. Ia menegaskan sidang tetap dilanjutkan, termasuk dengan pemeriksaan keterangan saksi hingga akhir proses.

“Hakim telah memutuskan dalam putusan sela ini tidak menerima eksepsi saya. Artinya, sidang tetap dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi sampai akhir nanti,” ujar Sudewo.

Setelah persidangan, situasi di luar gedung berubah menjadi lebih tegang. Ratusan pendukung Sudewo yang menunggu di area sekitar pengadilan langsung mengepung mobil tahanan Kejaksaan yang hendak membawa terdakwa keluar dari kompleks Pengadilan Tipikor Semarang.

Massa menggedor bodi kendaraan dan memenuhi akses keluar sehingga mobil tahanan yang sempat bergerak harus mundur kembali ke area parkir. Kondisi tersebut kemudian memicu aparat kepolisian membentuk barikade untuk mengamankan jalannya evakuasi.

Melihat eskalasi massa meningkat, kepolisian mengambil langkah pengamanan dengan memindahkan Sudewo ke kendaraan taktis (rantis) Brimob. Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok menjelaskan pemindahan itu merupakan bagian dari prosedur pengamanan ketika situasi memasuki kategori berisiko tinggi.

“Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan ketika situasi memasuki kategori berisiko tinggi,” kata Kompol Riki Fahmi Mubarok.

Rangkaian peristiwa pada sidang tersebut menunjukkan bahwa proses hukum berjalan dengan penjadwalan pembuktian, sementara di luar ruang sidang perhatian publik terpusat pada respons aparat terhadap dinamika massa. Perkara Sudewo tetap berlanjut ke tahap pemeriksaan saksi sesuai putusan sela yang telah dijatuhkan.

Dengan ditolaknya eksepsi dalam putusan sela, majelis hakim menegaskan bahwa proses tidak berhenti pada keberatan awal. Tahap berikutnya diarahkan pada pemeriksaan pembuktian, sehingga uraian fakta dan bantahan akan diuji melalui keterangan yang disampaikan di persidangan.

Penetapan jadwal pemeriksaan yang dilakukan dua kali sepekan membuat rangkaian sidang memiliki alur yang lebih terukur. Penuntut umum disebut menyiapkan saksi-saksi untuk pelaksanaan pemeriksaan pada Senin dan Rabu, termasuk rencana pada 6 Juli serta 8 Juli 2026.

Di luar ruang sidang, perhatian bergeser dari agenda pemeriksaan menuju situasi yang berkembang di area pengadilan. Ratusan pendukung yang menunggu di sekitar kompleks kemudian menciptakan tekanan di akses keluar, yang turut memengaruhi pergerakan mobil tahanan hingga akhirnya dilakukan pengamanan lebih ketat.

Langkah pengalihan terdakwa menggunakan kendaraan taktis menjadi bagian dari respons cepat aparat ketika situasi dikategorikan berisiko tinggi. Peristiwa di luar ruang sidang menunjukkan adanya ketegangan massa, sementara di sisi persidangan perkara tetap bergerak sesuai putusan sela menuju tahap pemeriksaan saksi.