Daerah

Usai Insiden Lenteng Agung, Rano Minta Titik Rawan Jalan Ambles di Jakarta Didata

2
×

Usai Insiden Lenteng Agung, Rano Minta Titik Rawan Jalan Ambles di Jakarta Didata

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rano Minta Titik Rawan Jalan Ambles di Jakarta Didata Usai Insiden di Lenteng Agung

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta jajarannya segera mendata lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami jalan ambles di Jakarta setelah insiden di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/5/2026). Menurut dia, langkah itu penting karena masih banyak saluran air di ibu kota yang usianya sudah puluhan tahun.

Rano menilai kondisi infrastruktur lama seperti itu membuat risiko kerusakan tetap terbuka di sejumlah titik lain. Karena itu, ia ingin pemetaan dilakukan lebih cepat agar pemerintah tidak hanya bereaksi setelah kejadian, melainkan bisa lebih dulu mengantisipasi titik-titik yang rawan.

Saat meninjau lokasi perbaikan Jalan Lenteng Agung, Selasa (2/6/2026), Rano sempat menanyakan jenis saluran yang digunakan di kawasan itu. Ia menyebut saluran tersebut sebagai armco, yakni besi yang menurutnya sudah sangat lama digunakan.

“Nah artinya gini mana Ibu Kadis, saya tadi baru bertanya. Pada kenyataannya ini disebut apa besinya? Armco. Jadi memang ini jenis apa ya, besi tapi memang sudah cukup lama, mungkin lebih dari 30 tahun,” kata Rano saat meninjau lokasi perbaikan Jalan Lenteng Agung, Selasa (2/6/2026).

Ia mengakui masih banyak saluran air tua di Jakarta yang kondisinya terus menurun seiring usia pemakaian. Karena itu, Rano meminta dinas terkait segera menginventarisasi titik-titik yang berpotensi mengalami masalah serupa agar penanganannya bisa dipersiapkan sejak awal.

“Jadi artinya, makanya tadi saya baru tanya sudah mulai belum diinventarisir titik-titik mana (berpotensi) terjadi,” kata dia.

Menurut Rano, pendataan menjadi penting supaya pemerintah bisa lebih cepat mengambil tindakan ketika ada tanda-tanda kerusakan. Ia mencontohkan kasus di Lenteng Agung yang ternyata berkaitan dengan aliran air dari kawasan Waduk Universitas Indonesia (UI), sehingga masalah yang muncul tidak bisa dipandang sebagai persoalan tunggal di satu ruas jalan saja.

Di kawasan Lenteng Agung, Rano juga menyoroti keberadaan saluran air yang berada di bawah rel kereta api. Menurut dia, posisi seperti itu membuat proses perbaikan akan jauh lebih rumit bila suatu saat terjadi kerusakan. Karena itu, ia menilai antisipasi harus disiapkan sejak sekarang.

” Problem -nya ini, salurannya ada di bawah rel kereta api. Pertanyaannya, kalau misal terjadi sesuatu di bawah rel kereta api gimana caranya? Itu tadi saya tanya. Saya enggak mau nutup-nutupin dan bukan berarti kita harus takut, tapi artinya kita mengantisipasi,” kata Rano.

Ia meminta jajarannya menyiapkan langkah penanganan bila kerusakan terjadi pada saluran yang melintas di bawah rel. Menurut dia, pemerintah perlu membicarakan kemungkinan terburuk agar respons lapangan tidak terlambat ketika keadaan benar-benar terjadi.

“Nah jadi ini saya udah katakan makanya, tadi baru diskusi tolong disiapkan dulu, kita harus bicara pahit kalau terjadi apa yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Rano menyebut Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta saat ini sudah mulai memetakan lokasi-lokasi yang masih menggunakan saluran armco, yakni saluran berbahan besi yang telah berusia tua. Ia mengapresiasi langkah awal itu dan berharap pemetaan bisa segera selesai agar wilayah yang menggunakan sistem lama tersebut benar-benar teridentifikasi.

“Artinya alhamdulillah dari Dinas Sumber Daya Air sudah me- mapping Jakarta yang menggunakan armco itu di mana saja sih, mudah-mudahan itu sudah ter- mapping tapi memang kita enggak bisa langsung eksekusi kalau memang tidak belum terjadi apa-apa itu intinya,” kata dia.

Meski begitu, Rano menegaskan proses pendataan masih berlangsung sehingga dirinya belum bisa menyebutkan titik-titik mana saja yang dinilai rawan mengalami kerusakan. Ia menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah mengumpulkan data, membaca kerawanan, dan menyiapkan langkah antisipasi sebelum masalah serupa muncul di lokasi lain.