Teknologi

Prabowo Instruksikan Semua Tingkatan Sekolah di Indonesia Belajar Bahasa Prancis

0
×

Prabowo Instruksikan Semua Tingkatan Sekolah di Indonesia Belajar Bahasa Prancis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prabowo Akan Wajibkan Pelajaran Bahasa Prancis di Sekolah - Nasional

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah menginstruksikan semua tingkatan sekolah di Indonesia untuk belajar Bahasa Prancis. Pernyataan itu disampaikan di sela pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron.

Dalam penjelasannya, Prabowo menyinggung bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Prancis selama ini sudah berjalan baik. Ia menyebut kerja sama kedua negara telah terjalin di sejumlah bidang, mulai dari pertahanan hingga kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu, Prabowo mengatakan dirinya ingin hubungan tersebut tidak berhenti pada sektor-sektor yang selama ini sudah berjalan. Menurut dia, bidang pendidikan juga perlu dikembangkan lebih jauh agar kerja sama Indonesia dan Prancis semakin luas pada masa mendatang.

“Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Perancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ujar Prabowo, dikutip Jumat (29/05/2026).

Ucapan itu menjadi penegasan bahwa pendidikan Bahasa Prancis akan menjadi bagian dari arahan yang disampaikan kepada semua tingkatan sekolah di Indonesia. Dalam pernyataan yang sama, Prabowo mengaitkan kebijakan tersebut dengan perkembangan dunia ke depan, tanpa merinci lebih jauh bentuk pelaksanaannya.

Prabowo juga mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan Macron, ia bakal membahas sejumlah kerja sama lain antara Indonesia dan Prancis. Beberapa bidang yang disebutkan antara lain pertahanan, energi bersih, pendidikan research, serta pelaksanaan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa atau IEU-CEPA.

Rangkaian bidang yang dibicarakan itu menunjukkan ruang kerja sama yang cukup luas antara kedua negara. Selain sektor keamanan dan ekonomi, Prabowo turut menempatkan pendidikan sebagai salah satu titik penting yang ingin diperkuat melalui hubungan bilateral tersebut.

Budaya dan pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, Macron menyampaikan bahwa kedua pemimpin negara juga berkomitmen untuk memperdalam kerja sama di bidang budaya dan pendidikan. Menurut Macron, kerja sama itu mencakup sektor permuseuman, sastra, perfilman, mode, hingga penguatan kolaborasi ilmiah, teknologi, dan universitas.

Macron menyebut penguatan kerja sama tersebut akan dilakukan dalam kerangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026. Dengan begitu, agenda budaya, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan diposisikan sebagai bagian dari hubungan yang ingin terus diperluas oleh kedua negara.

Pernyataan Prabowo dan Macron dalam pertemuan bilateral itu memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis tidak hanya dibahas dalam konteks diplomasi dan kerja sama strategis. Pendidikan, budaya, teknologi, serta agenda kemitraan ekonomi juga ikut masuk dalam pembahasan yang disampaikan ke publik.

Di sisi lain, instruksi Prabowo agar semua tingkatan sekolah di Indonesia belajar Bahasa Prancis menambah sorotan pada arah kerja sama pendidikan yang ia inginkan. Dengan menempatkan bahasa sebagai bagian dari kebijakan pendidikan, Prabowo menegaskan bahwa penguatan hubungan antarnegara dapat dimulai dari ruang belajar di sekolah.

Meski belum dijelaskan teknis pelaksanaannya, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Bahasa Prancis menjadi salah satu elemen yang hendak didorong ke dalam sistem pendidikan di Indonesia. Prabowo mengaitkannya langsung dengan perkembangan dunia ke depan, sementara Macron menekankan pentingnya memperdalam kerja sama lintas bidang antara Indonesia dan Prancis.

Pada akhirnya, pertemuan bilateral itu mempertemukan dua penekanan yang sejalan: perluasan kerja sama antarnegara dan penguatan bidang pendidikan. Dari pertahanan, energi bersih, hingga universitas dan kolaborasi ilmiah, Indonesia dan Prancis sama-sama menempatkan hubungan bilateral sebagai ruang yang masih bisa terus dikembangkan.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa dorongan kerja sama Indonesia dan Prancis tidak semata-mata diarahkan pada agenda tingkat tinggi, tetapi juga pada pembentukan kapasitas di ruang pendidikan. Dengan begitu, kebijakan yang disampaikan Prabowo tampak ingin memberi bobot lebih pada penguasaan bahasa sebagai bekal menghadapi kebutuhan hubungan internasional di masa depan.

Di saat yang sama, pembahasan mengenai bahasa, budaya, dan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa hubungan kedua negara diproyeksikan meluas ke ranah yang lebih dekat dengan masyarakat. Dari sudut pandang itu, sekolah, universitas, dan kerja sama akademik menjadi jalur yang dianggap penting untuk memperkuat koneksi Indonesia dan Prancis secara berkelanjutan.